Pengaruh Perendaman Kembang Telang (Clitorea ternatea) Pada Tingkat Konsentrasi Asam Sulfat yang Berbeda Terhadap Persentase Perkecambahan, Kecepatan Berkecambah dan Panjang Hipokotil
Effect of Butterfly Pea (Clitoria ternatea) Soaking at Different Sulfuric Acid Concentrations on Germination Percentage, Rate, and Hypocotyl Length
DOI:
https://doi.org/10.22437/jiiip.v29i1.49640Kata Kunci:
asam sulfat, Clitoria ternatea, dormansi, perkecambahan, skarifikasiAbstrak
Latar Belakang: Pemanfaatan tanaman leguminosa yang kaya protein dan sangat disukai oleh ternak merupakan salah satu pendekatan efektif untuk meningkatkan mutu pakan ternak ruminansia. Kembang telang banyak digunakan sebagai pakan ternak berkat kandungan protein tinggi sekitar 21–29%, kecernaan bahan organik 69,7%, kecernaan energi 66,6% dan energi metabolis sebesar 12,4 MJ/kg. Namun, dalam pengembangannya, masih terdapat kendala pada tingkat perkecambahan biji kembang telang yang rendah akibat adanya dormansi biji yang cukup kuat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman biji Clitoria ternatea dalam larutan asam sulfat dengan konsentrasi berbeda terhadap persentase perkecambahan, kecepatan berkecambah dan panjang hipokotil. Metode: Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan lima ulangan, yaitu P1 (asam sulfat 15% selama 15 menit), P2 (asam sulfat 30% selama 15 menit), dan P3 (asam sulfat 45% selama 15 menit). Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi asam sulfat berpengaruh terhadap seluruh parameter yang diamati. Persentase perkecambahan meningkat dari 25,60 ± 2,45% pada P1 menjadi 29,60 ± 2,99% pada P2, dan mencapai 28,80 ± 3,87% pada P3. Kecepatan berkecambah tertinggi diperoleh pada P3 (5,10 ± 0,21 %/hari), sedangkan panjang hipokotil juga menunjukkan nilai tertinggi pada perlakuan tersebut (7,15 ± 0,41 cm). Kesimpulan: Perlakuan P3 dengan konsentrasi 45% selama 15 menit terbukti paling efektif dalam meningkatkan daya kecambah dan pertumbuhan awal biji Clitoria ternatea.
Unduhan
Referensi
Ambursa, A. S., Atiku, M., Gwimmi, D. P., Iliyasu, U., Mansur, M., & Abdulrahman, A. (2023). Effect of pre-sowing treatment on seed germination and early seedling growth performance of Faidherbia albida. International Journal of Agriculture and Earth Science (IJAES), 9(7), 32–40.
Barakah, A., Fahad, N. I., & Sohaib, M. (2019). Evaluating the germination response of Chenopodium quinoa seeds to bacterial inoculation under different germination media and salinity conditions. Seed Science and Technology, 47(2), 161–169. https://doi.org/10.15258/sst.2019.47.2.05
Campbell, S. M., Pearson, B. J., & Marble, S. C. (2022). Substrate temperature and seed scarification on germination parameters of butterfly pea (Clitoria ternatea L.). Journal of Horticulture and Forestry, 14(4), 49–55. https://doi.org/10.5897/JHF2022.0700
Dethana, I. Y., Solleb, H. R. L., & Hendrik, C. H. (2020). Pengaruh skarifikasi kimia terhadap perkecambahan benih jambu mete (Anacardium occidentale L.). Jurnal Saintek Lahan Kering, 2, 47–50.
Fathurrahman, & Wangiyana, I. G. A. S. (2018). Pengaruh lama perendaman H₂SO₄ terhadap pematahan dormansi biji asam (Tamarindus indica L.). Jurnal Silva Samalas, 1(1), 61–69.
Fattah, N. A., Soebroto, S. P., & Parwati, W. D. U. (2024). Pengaruh pematahan dormansi dengan GA₃ dan H₂SO₄ terhadap perkecambahan benih dan pertumbuhan bibit Mucuna bracteata. Agroforetech, 2(2), 532–537.
Indriani, Nursani, Amaliah, R., Ramadhani, D., Lestari, R. H., & Arisandi. (2023). Pengaruh skarifikasi menggunakan asam sulfat dengan pencahayaan terhadap pertumbuhan dan perkecambahan biji lamtoro (Leucaena leucocephala). Jurnal Dunia Pendidikan, 3(3), 149–156.
Kandileri, A. M., Shukla, G., Louis, L. T., Kizha, A. R., Husen, A., & Chakravarty, S. (2024). Influence of hydro, mechanical, and chemical treatments on seed germination and seedling growth of Saraca asoca. Seeds, 3, 88–102. https://doi.org/10.3390/seeds3010007
Morais, L. F. D., Almeida, J. C. C., Deminicis, B. B., Padua, F. T. D., Morenz, M. J. F., Abreu, J. B. R. D., Araujo, P. R., & Nepomuceno, D. D. D. (2014). Methods for breaking dormancy of seeds of tropical forage legumes. American Journal of Plant Sciences, 5, 1831–1835. http://dx.doi.org/10.4236/ajps.2014.513196
Salazar, A., & Ramirez, C. (2019). Effects of mechanical and acid scarification on germination performance of Schizolobium parahyba seeds. Journal of Tropical Biology and Conservation, 16, 209–223. https://doi.org/10.51200/jtbc.v16i.2040
Saputra, D., Zuhry, E., & Yoseva, S. (2017). Pematahan dormansi benih kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dengan berbagai konsentrasi kalium nitrat (KNO₃) dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan bibit pada tahap prenursery. JOM Faperta, 4(2), 1–15.
Sutopo, L. (2010). Teknologi benih. Raja Grafindo Persada.
Sutopo, L. (2012). Teknologi benih (Edisi revisi). Rajawali Pers.
Steel, R. G. D., & Torrie, J. H. (1991). Principles and procedures of statistics: A biometrical approach (2nd ed.). McGraw-Hill.
Toledo, M. Z., Cavariani, C., França-Neto, J. B., & Nakagawa, J. (2010). Imbibition damage in soybean seeds as affected by initial moisture content, cultivar, and production location. Seed Science and Technology, 38, 399–408.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 I Wayan Sulendre, Tarsono, Mardiah Mangun, Mumammad Teguh, Syahrir, Dewi Safitri

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




