Leksikon dalam Pertunjukan Wayang Kulit Gagrag Surakarta: Kajian Etnolinguistik
DOI:
https://doi.org/10.22437/kalistra.v4i3.45260Kata Kunci:
leksikon, pertunjukan , wayang kulitAbstrak
Gagrag shadow puppet performances are very popular in the Surakarta region. This study aims to describe the lexical and cultural meanings found in Surakarta gagrag shadow puppet performances. This is a descriptive qualitative study with an anthropological linguistic approach. The research data consists of the lexicon in Surakarta gagrag shadow puppet performances, which contains lexical and cultural meanings. In collecting data, this study uses non-participatory observation and literature review methods. Advanced recording techniques are used to transcribe and classify the data obtained. Primary data sources come from two informants who are experienced puppeteers, and secondary data sources come from supporting documents in the form of books containing information related to the subject matter. Based on the results of data analysis, this study shows that the lexicon in Surakarta-style shadow puppet performances is divided into three categories, namely people, elements, and equipment in shadow puppet performances. All data found were analyzed by describing them based on the lexical and cultural meanings obtained from informants and with the help of literature studies.
Abstrak
Pertunjukan wayang kulit gagrag sangat populer di wilayah Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna leksikal dan makna kultural yang ada dalam pertunjukan wayang kulit gagrag Surakarta. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan linguistik antropologis. Data penelitian ini adalah leksikon dalam pertunjukan wayang kulit gagrag Surakarta yang mengandung makna leksikal dan kultural. Pada pengumpulan data, penelitian ini menggunakan metode observasi non-partisipasi dan studi kepustakaan. Teknik rekam dengan teknik lanjutan catat dipakai untuk mentranskrip dan mengklasifikasikan data yang sudah didapatkan. Sumber data primer berasal dari dua informan yang berpengalaman sebagai dalang dan sumber data sekunder berasal dari dokumen pendukung berupa buku yang memuat informasi mengenai materi terkait. Berdasarkan hasil analisis data, penelitian ini menunjukkan bahwa leksikon dalam pertunjukan wayang kulit gagrag Surakarta terbagi menjadi tiga kategori, yaitu orang, unsur, dan peralatan dalam pertunjukan wayang kulit. Keseluruhan data yang ditemukan dianalisis dengan mendeskripsikan berdasarkan makna leksikal dan makna kultural yang didapatkan dari informan serta bantuan studi kepustakaan.
Unduhan
Referensi
Abdullah, W. (1999). Bahasa Jawa Dialek Masyarakat Samin di Kabupaten Blora. Laporan Penelitian Dasar FSSR.
Afria, R. (2017). Inventarisasi Kosakata Arkais Sebagai Upaya Penyelamatan dan Perlindungan Bahasa Melayu Kuno di Provinsi Jambi. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 1(2), 254 - 265. https://doi.org/10.22437/titian.v1i2.4232
Afria, R., & Sanjaya, D. (2020). Leksikon-Leksikon Tradisional dalam Permainan Ekal dan Layangan di Jambi. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 4(1), 135-147. https://doi.org/10.22437/titian.v4i1.9555
Afria, R., Kusmana, A., & Prawolo, I. (2020). Kata Kata Emosi dalam Cerpen Cerita Buat Para Kekasih karya Agus Noor: Kajian Leksikologi. Salingka: Majalah Ilmiah Bahasa dan Sastra, 17(2), 165-178. https://doi.org/10.26499/salingka.v17i2.330
Afria, R., Harianto, N., Izar, J., & Putri, I. H. (2022). Klasifikasi Leksikon dalam Tradisi Adat Menegak Rumah di Desa Air Liki Kabupaten Merangin. Prosiding Seminar Nasional Humaniora, 2, 11-19. Retrieved from https://www.conference.unja.ac.id/SNH/article/view/208
Afria, R., Fardinal, F., & Putri, O. D. (2023). The Term Challenge in Social Media: A Lexicological Study. Proceeding International Conference on Malay Identity, 4, 132–139. Retrieved from https://www.conference.unja.ac.id/ICMI/article/view/270
Afria, R., Agustin, R., Izar, J., & Fardinal, F. (2024). Analisis Leksikon Emosi Tokoh Perempuan dalam Kumpulan Cerpen Janda Muda Karya Nh. Dini. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 8(2), 415-433. https://doi.org/10.22437/titian.v8i2.38765
Bratasiswara, H. (2000). Bauwarna: adat tata cara Jawa. Yayasan Suryasumirat.
Dewantara, A. (2022). Istilah-Istilah Dalam Upacara Dukutan Di Nglurah, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Nuansa Indonesia, Volume 24(1), 127–137.
Duranti, A. (1997). Linguistic Anthropology. Cambridge University Press.
Guritno, P. (1988). Wayang Kebudayaan Indonesia dan Pancasila. Universitas Indonesia.
Ihsani, B. Y., Untari, T., Mandala, H., & Muhdar, S. (2021). Leksikon yang Digunakan dalam Ritual Pepaosan Takepan Masyarakat Suku Sasak: Sebuah Kajian Etnolinguistik. Jurnal Ilmiah Telaah, 6(2), 169. https://doi.org/10.31764/telaah.v6i2.6190
Maisaroh, S., Kusmana, A., & Izar, J. (2023). Leksikon Budaya Tradisi Besale Suku Anak Dalam Batin Sembilan di Desa Tanjung Lebar Kecamatan Bahar Selatan Kabupaten Muaro Jambi, Tinjauan: Kajian Etnolinguistik. Kajian Linguistik Dan Sastra, 1(3), 282–294. https://doi.org/10.22437/kalistra.v1i3.23275
Mulyana. (2022). Dinamika Sosial Budaya Masyarakat Jawa Pesisiran: Kajian Wayang Pesisiran dalam Perspektif Etnolinguistik. 1(2), 207–225. http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/arif/index
Mulyono, S. I. (1989). Wayang, Asal-Usul, Filsafat, dan Masa Depannya.
Murtiyoso, B. (2004). Pertumbuhan dan Perkembangan Seni Pertunjukan Wayang. Citra Etnika Surakarta.
Nurcahyo, R. J., & Yulianto. (2021). Menelusuri Nilai Budaya Yang Terkandung Dalam Pertunjukan Tradisional Wayang. Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya, 12(2), 159–165. https://doi.org/10.31294/khi.v12i2.11440
Poerwadarminta, W. J. S. (1939). Kamus Boesastra Djawa. J.B. Wolters’ Uitgevers-Maatschappij N. V. Groningen.
Pratama, A. S. S., Prasetya Wibawa, A., & Nur Handayani, A. (2022). NConvolutional Neural Network (Cnn) Untuk Menentukan Gagrak Wayang Kulit. Jurnal Mnemonic, 5(2), 98–102. https://doi.org/10.36040/mnemonic.v5i2.4671
Pujiati, K. (2025). Leksikon dalam Tradisi Wiwitan di Desa Banyuroto Kabupaten Kulon Progo. Jurnal Kalistra, 4(2), 347–361.
Sarif S., I., & Machdalena, S. (2021). Istilah-Istilah dalam Upacara Minum Teh Jepang Chanoyu (Suatu Kajian Etnolinguistik). Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 4(2), 127–138. https://doi.org/10.30872/diglosia.v4i2.154
Subroto. (1992). Penelitian Kualitatif. PT. Raja Garfindo Persada.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Alfabeta.
Sutardjo, I. (2010). Mengenal dan Mengungkap Budaya Jawa. Buku Tujju.
Utami, S. (2022). Cerminan Pandangan Kehidupan dalam Leksikon Khas Tatah-Sungging Wayang Kulit di Dusun Gendeg. Deskripsi Bahasa, 5(2), 85–92. https://doi.org/10.22146/db.v5i2.5725
Walid, A. N., & Hidayah, V. (2024). Toponimi Dusun-Dusun di Desa Wanurejo Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang. Jurnal Kalistra, 3(03), 260–271.
Widagdo, J. (2018). Struktur Wajah, Aksesoris serta Pakaian Wayang Kulit Purwo. Suluh, 6(1), 34. ejournal.unisnu.ac.id/jDPT/article/view/204
Yuliana, Y., Putra, Y. M., & Izar, J. (2025). Makna Leksikal dan Kultural Pada Pantang Larang : Studi Etnolinguistik Terhadap Kepercayaan Masyarakat Banjar. Jurnal Kalistra, 4(1), 173–184.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Niken Dwi Puspitasari, Diya Ayu Solehah, Marcella Wahyu Kristiyani, Rohmah Tri Nosita, Muhammad Akhbar Novianto, Miftah Nugroho

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish their manuscripts in Kajian Linguistik dan Sastra agree to the following terms:
1. The copyright in each article belongs to the author.
2. The author acknowledges that Kajian Linguistik dan Sastra reserves the right to be the first to publish under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (Attribution 4.0 International CC BY-SA 4.0).
3. Authors may submit articles separately, arranging for non-exclusive distribution of manuscripts that have been published in this journal to other versions (e.g., delivery to the author's institutional repository, publication into a book, etc.), acknowledging that the manuscript has been first published in Kajian Linguistik dan Sastra.



