Tindak Tutur Ilokusi dalam Film Agak Laen Karya Muhadkly Acho
DOI:
https://doi.org/10.22437/kalistra.v5i2.55254Kata Kunci:
Tindak tutur ilokusi, film, pragmatikAbstrak
The illocutionary speaking performances in Muhadkly Acho's film Agak Laen are the focus of this research. This research intends to describe the film's illocutionary speech actions and the roles they play. The data was gathered using a qualitative descriptive technique, with characters' talks being systematically observed and transcribed. The analysis was conducted based on the theories put forward by Searle (1979) and Leech (2015), respectively, for the classification of illocutionary act forms and functions. The five types of data were as follows: assertive (56 points), directive (34 points), commissive (3), expressive (11 points), and declaration (1). Together, the four functions of competitiveness (14 points), pleasantry (17 points), collaboration (18 points), and conflictive (3) yielded 52 data points. Out of all the forms, the directive one was the most common, with 24 data points belonging to the commanding sub-type; the stating sub-type, with 15 points, represented the collaborative function. All of this points to the fact that there is a wide range of intended meanings conveyed via character speech in Agak Laen.
Abstrak
Riset ini berfokus pada tindak tutur ilokusi dalam film Agak Laen karya Muhadkly Acho. Riset ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur ilokusi film dan peran yang dimainkannya. Data dikumpulkan memakai teknik deskriptif kualitatif, serta menggunakan teknik pengumpulan simak catat dengan percakapan karakter diamati dan ditranskripsikan secara sistematis. Analisis dilaksanakan berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Searle (1979) dan Leech (2015), masing-masing, untuk klasifikasi bentuk dan fungsi aksi ilokusi. Lima jenis data tersebut adalah sebagai berikut: asertif (56 poin), direktif (34 poin), komisif (3), ekspresif (11 poin), dan deklarasi (1). Bersama-sama, empat fungsi yaitu daya saing (14 poin), keramahan (17 poin), kolaborasi (18 poin), dan konfliktif (3) menghasilkan 52 poin data. Dari semua bentuk tersebut, bentuk direktif adalah yang paling umum, dengan 24 poin data termasuk dalam subtipe memerintah; Subtipe pernyataan, dengan 15 poin, mewakili fungsi kolaboratif. Semua ini menunjukkan bahwa ada beragam makna yang dimaksudkan yang disampaikan melalui ucapan karakter di Agak Laen.
Unduhan
Referensi
Alfathoni, M. A. M., & Manesah, D. (2020). Pengantar Teori Film. Deepublish.
Alkatiri, D., Purwaka, A., & Cuedeyeni, P. (2021). Tindak tutur direktif dalam novel Ayah karya Andrea Hirata. Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 7(1), 1–8.
Fandika, E., & Idawati, I. (2020). Tindak tutur ilokusi dalam film pendek 'Tilik (2018)'. Pena Literasi, 3(2), 61–69.
Hidayah, T., Sudrajat, R. T., & Firmansyah, D. (2020). Analisis tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi pada film Papa Maafin Risa. Parole: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(1), 71–80.
Izar, J., Afria, R., Kamiyatein. (2020). Bentuk dan Fungsi Tindak Tutur Ekspresif dalam Film Dokumenter The Mahuzes Karya Watchdoc Image. Lingue: Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra, 2(1), 1-11. http://dx.doi.org/10.33477/lingue.v2i1.1382
Izar, J., Nasution, M. M., Afria, R., Harianto, N., & Sholiha, M. (2021). Expressive Speech Act in Comic Bintang Emon’s Speech in Social Media about Social Distancing. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 5(1), 148-158. Retrieved from https://online-journal.unja.ac.id/titian/article/view/13100
izar, julisah, Afria, R., & Sanjaya, D. (2019). Analisis Aspek Gramatikal dan Leksikal pada Cerpen Ketek Ijo Karya M. Fajar Kusuma. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 3(1), 55 - 72. https://doi.org/10.22437/titian.v3i1.7026
Lailiyah, N., & Purhadi, P. (2012). Pemodelan faktor-faktor yang memengaruhi tingkat buta huruf kabupaten/kota di Jawa Timur dengan Geographically Weighted Ordinal Logistic Regression. Jurnal Sains dan Seni ITS, 1(1), D213–D218.
Lailiyah, N., Kurwidaria, F., & Sumarlam, S. (2021). Analisis wacana kritis monolog dalam Talk Show Mata Najwa edisi “Menanti Terawan”. Efektor, 8(1), 34–44.
Leech, G. (2015). Prinsip-prinsip pragmatik. Universitas Indonesia Press.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Muarifin, M., & Waryanti, E. (2021). Representasi budaya Jawa dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari: Representation of Javanese Culture in the Novel Ronggeng Dukuh Paruk by Ahmad Tohari. WACANA: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran, 5(2), 33–45.
Muarifin, M., Waryanti, E., Puspitoingrum, E., Nur, A. S., & Ilma, A. (2025). Pengembangan modul ajar menulis cerita Panji dengan strategi metakognitif SMP kelas VII. INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(1), 73.
Murti, S., Muslihah, N. N., & Sari, I. P. (2018). Tindak tutur ekspresif dalam film Kehormatan di Balik Kerudung sutradara Tya Subiakto Satrio. Silampari Bisa, 1(1), 17–32.
Nasarudin, N., dkk. (2024). Pragmatik. Yayasan Tri Edukasi Ilmiah.
Nasution, M. M., Afria, R., & Izar, J. (2022). The Kinds of Illocutionary Act by Yusuf Hamka in Youtube Channel Deddy Corbuzier Podcast. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 6(2), 375-380. https://doi.org/10.22437/titian.v6i2.22539
Nasution, M. M., Afria, R., & Izar, J., Putri, E. Y. (2023). Prinsip Kerjasama pada Keterangan Saksi Susi Asisten Rumah Tangga Ferdy Sambo pada Sidang Lanjutan Bharada Eliezer Ditinjau dengan Kajian Pragmatik. Jurnal Sastra Indonesia, 12(1), 31-39. https://doi.org/10.15294/jsi.v12i1.65038
Nugraha, R., & Sulistyaningrum, S. (2019). Tindak tutur direktif dalam iklan layanan masyarakat di media televisi. Jurnal Sastra Indonesia, 8(1).
Nurhaliza, N., & Alber, A. (2023). Tindak tutur asertif dalam film Gara-Gara Warisan sutradara Muhadkly Acho. Sajak: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Sastra, Bahasa, dan Pendidikan, 2(3), 285–302.
Rahmah, A., & Mohammad, F. H. (2025). Fungsi tindak tutur direktif pada film Agak Laen karya Muhadkly Acho. Al-Amin: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora, 3(1), 1–12.
Ramadhani, N., & Atmazaki. (2024). Tindak tutur asertif dalam komentar media sosial. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Rijali, A. (2018). Analisis data kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81–95.
Rizza, M., Ristiyani, R., & Ahsin, M. N. (2022). Analisis tindak tutur ilokusi pada film Orang Kaya Baru. Buletin Ilmiah Pendidikan, 1(1), 34–44.
Rohmadi, M. (2023). Pragmatik teori dan analisis. Yuma Pustaka.
Saifudin, A. (2019). Tindak tutur dalam penelitian linguistik. Jurnal Lite, 15(1).
Searle, J. R. (1979). Expression and meaning: Studies in the theory of speech acts. Cambridge University Press.
Siregar, R. A., & Kusyani, D. (2021). Tindak tutur ekspresif dalam meme Bu Tejo Tilik di Twitter. PRASASTI: Journal of Linguistics, 6(2), 226–238.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sumarno, M. (2017). Apresiasi film. Pusat Pengembangan Perfilman, Kemendikbud.
Suryani, I., Izar, J., & Afria, R. (2023). Examining The Politeness Principles in The Oral Tradition of Jawab Dilaman Malay Society in Kemingking Village, Jambi Province. Mudra Jurnal Seni Budaya, 38(2), 141–152. https://doi.org/10.31091/mudra.v38i2.2273
Triandana, A., & Afria, R. (2023). Pelanggaran Maksim Kerjasama dalam Stand-Up Comedy Chris Rock. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 7(1), 91-104. https://doi.org/10.22437/titian.v7i1.25436
Yule, G. (2018). Pragmatik. Pustaka Pelajar.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Filla Aulia Nur Faizah, Moch Muarifin, Nur Lailiyah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish their manuscripts in Kajian Linguistik dan Sastra agree to the following terms:
1. The copyright in each article belongs to the author.
2. The author acknowledges that Kajian Linguistik dan Sastra reserves the right to be the first to publish under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (Attribution 4.0 International CC BY-SA 4.0).
3. Authors may submit articles separately, arranging for non-exclusive distribution of manuscripts that have been published in this journal to other versions (e.g., delivery to the author's institutional repository, publication into a book, etc.), acknowledging that the manuscript has been first published in Kajian Linguistik dan Sastra.



