Prevalensi Dan Faktor Risiko Infestasi Strongyle Pada Sapi Di Kebumen, Jawa Tengah

Prevalence and Risk Factors of Strongyle Infestation in Cattle in Kebumen, Central Java

Penulis

  • Fathur Rohman Haryadi Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta-Indonesia
  • Naela Wanda Yusria Dalimunthe Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta-Indonesia
  • Morsid Andityas Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta-Indonesia
  • Muhammad Rosyid Ridlo Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta-Indonesia
  • Dela Ria Nesti Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta-Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22437/jiiip.v29i1.54189

Kata Kunci:

feses, sapi, saluran pencernaan, Strongyle

Abstrak

Latar Belakang: Infestasi Strongyle pada sapi merupakan masalah signifikan di sektor peternakan, berdampak pada kesehatan dan produktivitas hewan, dan bahkan dapat menyebabkan kematian jika berlanjut. Selain itu, hal ini berdampak pada kesejahteraan ekonomi para peternak. Kehadiran Strongyle mengurangi kinerja ternak, memicu penurunan berat badan, gangguan sistem pencernaan, dan penurunan efisiensi produksi daging. Penyebaran Strongyle dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk lingkungan, praktik peternakan, dan manajemen pertanian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko Strongyle pada sapi di Kebumen, Jawa Tengah. Metode: Metode pengambilan sampel feses sapi adalah purposive sampling, dilakukan dari rumah ke rumah. Sampel penelitian terdiri dari 102 feses sapi yang diperiksa dengan metode flotasi menggunakan larutan gula jenuh sebagai agen flotasi. Data dianalisis secara deskriptif. Penentuan faktor risiko infeksi dilakukan menggunakan uji chi-square dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 16.0. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi infestasi Strongyle pada saluran pencernaan sapi di Kebumen adalah 44,12%. Hasil perhitungan dan analisis deskriptif uji Chi-Square menunjukkan bahwa jenis kelamin, umur, dan ras tidak memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan infestasi cacing (p > 0,05).

Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa prevalensi infestasi Strongyle pada saluran pencernaan sapi di Kebumen diklasifikasikan sebagai sedang dan infestasi Strongyle dianggap lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan manajemen pemeliharaan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Amin, Mohamad Lutvi. 2015. Prevalensi dan Faktor Risiko Strongylosis pada Sapi Potong

di Kabupaten Grobogan (Skripsi). Fakultas Kedokteran Hewan, UGM

Charlier, J., Claerebout, E., & Vercruysse, J. (2011). Diseases of dairy animals: Parasites, internal: Gastrointestinal nematodes. In Encyclopedia of dairy sciences (2nd ed., pp. 258–263). Elsevier. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-374407-4.00149-7

Dermauw, V., Meas, S., Chea, B., Onkelinx, T., Sorn, S., Holl, D., Charlier, J., Vercruysse, J., & Dorny, P. (2017). Effects of anthelmintic treatment and feed supplementation on parasite infections and morbidity parameters in Cambodian cattle. Veterinary Parasitology, 235, 113–122. https://doi.org/10.1016/j.vetpar.2017.01.018

Fenemore, C., Floyd, T., & Mitchell, S. (2021). Rumen fluke in Great Britain. Journal of Comparative Pathology, 184, 31–36. https://doi.org/10.1016/j.jcpa.2021.01.012

Gazzonis, A. L., Zanzani, S. A., Aloisio, G., Migliorati, E., Villa, L., & Manfredi, M. T. (2022). Gastrointestinal parasitic infections in intensive dairy cattle breeding: Update on epidemiology and associated risk factors in northern Italy. Parasitology International, 91. https://doi.org/10.1016/j.parint.2022.102641

Hamid, P.H., Kristianingrum, Y.P., Prastowo, J., da Silva, L.M.R. Gastrointestinal

Parasites of Cattle in Central Java. American Journal of Animal and Veterinary Sciences, 11 (3): 119.124. https://doi.org/10.3844/ajavsp.2016.119.124

Harjopranjoto, S., Soeharsono, S., dan Partoutomo, S. (1998). Ilmu Penyakit Parasit

Veteriner (Helmintologi Veteriner). Surabaya: Airlangga University Press.

Income, N., Tongshoob, J., Taksinoros, S., Adisakwattana, P., Rotejanaprasert, C., Maneekan, P., and Kosoltanapiwat, N. 2021. Helminth Infections in Cattle and Goats in Kanchanaburi, Thailand, with Focus on Strongyle Nematode Infections. Veterinary Sciences. 8 (12): 1-17. https://doi.org/10.3390/vetsci8120324

Khan, M. N., Sajid, M. S., Khan, M. K., Iqbal, Z., & Hussain, A. (2010). Gastrointestinal helminthiasis: prevalence and associated determinants in domestic ruminants of district Toba Tek Singh, Punjab, Pakistan. Parasitology Research, 107(4), 787–794. https://doi.org/10.1007/s00436-010-1931-x

Lima, S. C., Borges, D. G. L., Pupin, R. C., Guizelini, C. C., Paula, J. P. L., Borges, F. A., & Lemos, R. A. A. (2022). Mortality caused by gastrointestinal nematodes in beef cattle. Pesquisa Veterinária Brasileira, 42. https://doi.org/10.1590/1678-5150-PVB-7030

Ninditya, V. I., Haryadi, F.R., Ekawasti, F., Prastowo, J., Widiyono, I., & Nurcahyo, W. (2024). The Prevalence of Gastrointestinal Helminth Parasites from Beef Cattle on Sumedang Regency, Indonesia. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 1360, 012018

Pristiwantoro, R., Septian, M. H., and Abdilah, L. 2025. Identifikasi Endoparasit pada Feses Domba (Ovis Sp.) di Kledung Research Park, Kabupaten Temanggung. Jurnal Produksi Ternak Terapan. 6 (1): 10-15. https://doi.org/10.24198/jptt.v6i1.55625

Purwatihningsih, E., Widiyono, I., dan Widyastuti, S.K. (2016). Prevalensi dan faktor risiko infeksi nematoda gastrointestinal pada sapi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Veteriner, 17(3), 345–352.

Radostits, O. M., Gay, C. C., Hinchcliff, K. W., & Constable, P. D. (2007). Veterinary medicine (10th ed.). Saunders Elsevier.

Soulsby, E. J. L. (1982). Helminths, arthropods and protozoa of domesticated animals (7th ed.). Baillière Tindall.

Taylor, M. A., Coop, R. L., & Wall, R. L. (2015). Veterinary parasitology (4th ed.). Wiley-Blackwell.

Thrusfield M. (2005). Veterinary Epidemiology, 2nd Edition. Blackwell Science, Oxford, UK (p 183).

Thrusfield, M. (2007). Veterinary Epidemiology (3rd ed.). Oxford: Blackwell Science Ltd.

Urquhart, G. M., Armour, J., Duncan, J. L., Dunn, A. M., & Jennings, F. W. (1996). Veterinary parasitology (2nd ed.). Blackwell Science.

Wang, T., Vineer, H. R., Redman, E., Morosetti, A., Chen, R., McFarland, C., Colwell, D. D., Morgan, E. R., & Gilleard, J. S. (2022). Population dynamics of cattle gastrointestinal nematodes. Veterinary Parasitology, 310. https://doi.org/10.1016/j.vetpar.2022.109777

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-01

Cara Mengutip

Haryadi, F. R., Dalimunthe, N. W. Y., Andityas, M., Ridlo, M. R., & Nesti, D. R. (2026). Prevalensi Dan Faktor Risiko Infestasi Strongyle Pada Sapi Di Kebumen, Jawa Tengah: Prevalence and Risk Factors of Strongyle Infestation in Cattle in Kebumen, Central Java. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan, 29(1), 107–116. https://doi.org/10.22437/jiiip.v29i1.54189

Terbitan

Bagian

Research Report

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.