Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa dalam Film Bekas 2012: Kajian Pragmatik
DOI:
https://doi.org/10.22437/kalistra.v5i2.55038Kata Kunci:
Kesantunan berbahasa, Maksim, Film Bekas 2012, PragmatikAbstrak
Politeness in language is a crucial aspect of maintaining harmony in social interactions, yet in practice it is often violated, particularly in conflict situations. This study aims to describe the forms of violations of politeness principles in the film *Bekas* (2012) by Karzan Kader based on Geoffrey Leech’s theory. The method used is qualitative descriptive with documentation techniques through repeated viewings, dialogue recording, and discourse context analysis. The results show that the most dominant violations occur in the maxims of respect and sympathy, characterized by the use of insults, derogatory remarks, and threats. Violations were also found in the maxims of politeness, modesty, and agreement to a limited extent. These findings indicate that violations of politeness are influenced by social pressure, the psychological state of the characters, and conflict situations, thereby underscoring the importance of linguistic politeness in maintaining the quality of social interaction.
Abstrak
Kesantunan berbahasa merupakan aspek penting dalam menjaga keharmonisan interaksi sosial, namun dalam praktiknya sering mengalami pelanggaran, khususnya dalam situasi konflik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pelanggaran prinsip kesantunan dalam film Bekas (2012) karya Karzan Kader berdasarkan teori Geoffrey Leech. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi melalui penayangan berulang, pencatatan dialog, dan analisis konteks tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran paling dominan terjadi pada maksim penghargaan dan kesimpatian, yang ditandai oleh penggunaan ujaran berupa cacian, hinaan, dan ancaman. Pelanggaran juga ditemukan pada maksim kebijaksanaan, kesederhanaan, dan permufakatan dalam jumlah terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa pelanggaran kesantunan dipengaruhi oleh tekanan sosial, kondisi psikologis tokoh, serta situasi konflik, sehingga menegaskan pentingnya kesantunan berbahasa dalam menjaga kualitas interaksi sosial.
Unduhan
Referensi
Asra, F. A., & Sinaga, M. (2024). Pematuhan Kesantunan Berbahasa dalam Film Ngeri- Ngeri Sedap. 7, 284–290. https://doi.org/https://doi.org/10.54371/jiip.v7i1.3648
Hamida, S. S. N., Budiawan, R. Y. S., & Utami, H. R. (2023). Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa Dalam Tuturan Pemain Film Pendek Tilik Tahun 2018 Salma Salshabella Nur Hamida, Raden Yusuf Sidiq Budiawan, Hadi Riwayati Utami Universitas PGRI Semarang. XIX(1). https://doi.org/https://doi.org/10.15294/lingua.v19i1.40242
Leech, G. (1983). Principles of Pragmatics. Longman Linguistic Library.
Moleong, L. J. (n.d.). Metodologi Penelitian Kualitatif (2019th ed.). PT Remaja Rosdakarya.
Montela, V. S., Suhardi, Loren, F. T. A., Irawan, D., Malik, A., & Leoni, T. D. (2025). Analisis Pelanggaran Kesantunan Berbahasa Dalam Film Budi Pekerti Karya Wregas Bhanuteja. 10(September). https://doi.org/https://doi.org/10.23969/jp.v10i03.31100
Mudiono, A. (2016). Tindak Ilokusi Bahasa Indonesia Dalam Interaksi Keluarga. LINGUA: Journal of Language, Literature and Teaching, 11(1), 95. https://doi.org/10.30957/lingua.v11i1.32
Oktarina, S., & Masbie, F. T. (2025). The Politeness Of Language In The Film Jalan Yang Jauh , Jangan Lupa Pulang Kesantunan Berbahasa Dalam Film Jalan Yang Jauh ,. 13, 204–213. https://doi.org/https://doi.org/10.25299/geram.2025.23954
Putri, S. C. (2018). Penyimpangan Maksim Kesantunan Pada Film Kartun Spongebob Squarepants Karya Stephen Hillenburg (Kajian Pragmatik). 2, 216–245. https://doi.org/https://doi.org/10.21009/AKSIS.020206
Rahardi, R. K. (2005). Pragmatik: Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia. Penerbit Erlangga.
Rangkuti, & Zulfan. (2019). Kesantunan Berbahasa-Upaya Mencegah Terjadinya Ujaran Kebencian.
Sudaryanto. (1993). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Duta Wacana University Press, 1993.
Zalim, M. (2014). Metode Penelitian Bahasa: Pendekatan struktural. FBS UNP Press (Fakultas Bahasa Dan Seni, Universitas Negeri Padang), 7(2).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Fadli Dermawan, Harun Al Rahsyid Nasution, Muhammad Fachriza

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish their manuscripts in Kajian Linguistik dan Sastra agree to the following terms:
1. The copyright in each article belongs to the author.
2. The author acknowledges that Kajian Linguistik dan Sastra reserves the right to be the first to publish under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (Attribution 4.0 International CC BY-SA 4.0).
3. Authors may submit articles separately, arranging for non-exclusive distribution of manuscripts that have been published in this journal to other versions (e.g., delivery to the author's institutional repository, publication into a book, etc.), acknowledging that the manuscript has been first published in Kajian Linguistik dan Sastra.



